Kamis, 25 Maret 2010

tindakan kriminal

Ini adalah pose-pose kelegaan setelah tindakan kriminal utama telah selesai dijalankan..berhasil menemukan recommended place wat hunting makanan di pinggir jalan.
tempatnya di deket pasar anyar, sebelah LP itu.

cerita panjangnya bagaimana kami bisa menemukan tempat itu??
sejarah bermula dari ditentukannya misi 1 oleh Bos Okta dan Bos Loisa..

misi 1: ke pasar anyar ambil barang dagangan
bos : okta dan loisa
follower: anggun

Hasil misi 1: barang2 dagangan telah dieksekusi (masuk ke dalam tas lolo yang besar). Penyalahgunaan kekuasaan dilakukan oleh Okta dan Loisa karena menyebabkan Anggun terjerumus ke dalam belokan maut yang menarik mata dengan memamerkan spanduk kortingan besar-besaran.

DISKON!!! 50% OFF THEN 50% OFF (AGAIN!!)

Kebayang gimana kalapnya Bos-bos besar itu..ditambah telepon dari Bokap yang menambahkan uang saku mingguan ke rekening ku...
Mata tak lagi bisa menahan dahaga..hahahaha
nggak juga sih sebenernya, ada aja kebetulan sepatu yang pas dengan ukuran ku, 35-36, dan kebetulan juga diskonnya mencapai harga akhir 35K..wawhh!!! orang waras juga ga akan bisa nolak..

Bukti-bukti kejahatan kami...


agak miris memang...
tidak!!!
diralat!!
it was so fun!! hahahaha
thank you girls!!

Selasa, 23 Maret 2010

hujan..

December 12th 2009

meminta hujan datang..bukan badai..bukan pula kemarau kering yang panjang..
cukup hujan yang bisa membasuh luka ini dan membawanya pergi...
berkali-kali nyoba untuk menghapus luka seperti ini..tapi rasa sakitnya terlalu ku hapal sampai takut lagi untuk mecicipi rasanya..

kenapa lagi-lagi harus kugunakan dia?

pertanyaan yang selalu saja terlontar dan terjawab dengan keegoisanku "karna kubutuh dia"

aku bukan wanita itu..
kenapa sulit kurasa untuk menjadi dia?
yang tidak perduli apa kata orang,
asalkan itu tak merugikannya?
cukup egoiskah aku untuk bisa menjadi dirinya?
tidak..kugelengkan kepalaku sekuat hati
jawaban pendek itu menghapus pertanyaan ku..

kali ini memang harus kutamatkan rasa ku padanya..tak mungkin juga rasanya kubiarkan diriku berada di posisi wanita itu.. merenggut apa yang perempuan itu punya, membenamkan kuku dalam-dalam ke tempat dia merasakan biru, merah muda, hitam, abu-abu, putih...

maaf,,biarkan saja lelaki itu, tempat aku selalu berlari mencari penghargaan diri, dengan asumsi2nya sendiri menghapus aku dan tetap berada di sisi perempuan itu..
itu tempat yang layak untuknya,
karana perempuan itu memang bisa memberinya penghargaan yang selalu saja ku koyak gemas..
aku bukan wanita itu, yang sanggup menarik lelaki itu dari perempuan itu..